BAGIAN PERTAMA :
PENGANTAR COACHING
Apakah yang Dimaksud dengan Coach itu ?
Pada tahun 1500-an, pengertian coach adalah seekor kuda penarik kereta yang mengantar orang dari mana mereka berasal ke tempat tujuan mereka. Tahun 1800-an, pengertian coach mengalami pergeseran makna di bidang atletik, sehingga pengertiannya menjadi seseorang yang menolong para atlet bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Pengertian coach meluas ke dunia musik, penceramah, serta seni akting dan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan coachee (orang yang diberi coaching), menambah wawasan, mengarahkan fokus, dan membimbing mereka kepada tujuannya. Don Shula , seorang pakar dari Miami Dolphin Coach, mengatakan bahwa coach merupakan instruksi, disiplin dan ilham untuk melakukan pekerjaan secara lebih baik sesuai dengan cara meraka yang diberi coaching, sehingga sang coachee menjadi lebih kompeten, memiliki kepenuhan hidup, dan memiliki rasa percaya diri.
Di perusahaan-perusahaan besar maupun kecil, orang-orang dari berbagai jabatan harus belajar bagaimana seharusnya mereka menyesuaikan diri dengan perubahan, mengembangkan suatu gaya manajemen baru, membuat keputusan-keputusan bijaksana dan bekerja secara lebih efetif sesuai dengan pola kesibukan dan stress yang mereka hadapi.
Menurut majalah Fortune, coaching telah menjadi sesuatu isu terpanas dalam manajemen saat ini. Para coach merupakan orang-orang yang menolong orang lain untuk menemukan fokus dan arah kehidupan serta karir mereka.
Coaching didefinisikan sebagai seni dan praktek dalam membimbing seseorang atau kelompok, dari mana mereka sekarang ini berasal, menuju kompetensi yang lebih besar serta kepenuhan hidup sesuai dengan apa yang diharapkan. Coaching membantu orang-orang yang saat ini berada dalam kondisi stagnasi, bingung, atau kehilangan hasrat (kurang gairah hidup) untuk mengembangkan dan menggali seluas-luasnya potensi, stamina, ide dan hasrat mereka, sehingga melalui coaching orang-orang tersebut ditolong untuk memperluas visi mereka, membangun rasa percaya diri, membuka potensi, menambah keterampilan dan mengambil langkah-langkah praktis menuju tujuan hidup mereka. Hal mana disiratkan oleh Rick Warren (pengarang buku “Purpose Driven Life”) bahwa manusia yang digerakkan oleh tujuan hidup untuk Tuhan akan mengalami kepenuhan hidup sejati.
Dengan kata lain, coaching membantu kita untuk mengembangkan talenta kita maupun talenta orang lain yang telah dikaruniakan oleh Tuhan. Tuhan itu Maha Adil, Dia memberikan talenta kepada kita sesuai dengan kesanggupan kita untuk mengembangkannya. Tidak ada seorang pun yang tidak diberikan karunia atau talenta oleh Tuhan. Hanya kadar dari talenta yang diberikan itu berbeda, ada yang diberi banyak talenta, ada juga yang dikarunia sedikit. Persoalannya sekarang bukan pada banyak atau sedikitnya talenta yang Tuhan beri, tetapi bagaimana talenta tersebut dapat dikembangkan demi kemuliaan Tuhan dan bagi sesama. Karena itu, coaching menjadi penting bagi kita.
Berbeda dengan konseling atau terapi, coaching tidak terlalu memberikan perlakuan khusus, lebih sedikit peduli terhadap pemecahan masalah, tetapi arah dan penekanan pelayanan coaching lebih banyak kepada pertumbuhan orang-orang yang dilayani agar mereka dapat menggali hasrat terpendam maupun potensi atau talenta yang mereka miliki, sehingga orang-orang tersebut dapat memiliki kepenuhan hidup maupun pencapaian tujuan hidup sesuai dengan potensi mereka.
(Untuk lebih menjelaskan gambaran tentang coaching maupun coach ini, sebaiknya Anda menyaksikan film berjudul “The Beggar Vance” yang dibintangi oleh dua aktor kenamaan, yaitu Will Smith dan Gene Hackman. Anda bisa meminjam film tersebut di rental VCD atau DVD di kota Anda.)
Lou Tice mengatakan bahwa coaching adalah proses menolong orang lain agar terinspirasi dan termotivasi sehingga mereka dapat bertumbuh sendiri. Hal ini juga berarti bahwa seorang coach menolong orang lain untuk membangun visi dan bergerak maju ke masa depan. Coaching tidak bereaksi terhadap masa lalu, sebaliknya ia pro-aktif melihat ke masa depan, bukan juga tentang penyembuhan, tetapi tentang pertumbuhan. Coaching tidak memfokuskan diri pada kelemahan, tetapi lebih banyak terfokus pada pengembangan keterampilan maupun kekuatan atau potensi seseorang.
Apakah Perbedaan Mentoring, Pemuridan dan Coaching itu?
Ketiga istilah di atas seringkali tumpang tindih dalam pemakaiannya, tetapi ketiga hal tersebut sama-sama memasukkan unsur-sunsur akuntabilitas, pemberian dorongan serta komitmen untuk bertumbuh. Ted Engstrom mendefinisikan seorang mentor sebagai seseorang yang mengembangkan model dan pengawasan terhadap proyek-proyek khusus, serta secara pribadi membantu orang lain dalam berbagai bidang seperti pemuridan, koreksi, dorongan, konfrontasi serta panggilan untuk akuntabilitas. Mentor merupakan seseorang yang mempimpin dalam tingkatan yang lebih tinggi dan yang berpengaruh dalam sebuah organisasi atau profesi. Mentor harus bersedia untuk berkomitmen dalam soal waktu dan energi emosional terhadap suatu hubungan yang dapat membimbing orang kea rah pertumbuhan dan perkembangan. Ide mentoring bermula dari cerita karya Homer yang berjudul “Odyssey”. Dalam kisah itu diceritakan bahwa Raja Odyssey menitipkan anaknya yang bernama Telemachus kepada seorang guru bijaksana bernama Mentor.
Di lain pihak, istilah pemuridan lebih berpusat kepada pengajaran dan disiplin rohani, sedangkan coaching lebih mengarah kepada penemuan talenta baru serta cara baru untuk memakai talenta yang lama menuju suatu efektivitas hidup yang jauh lebih besar. Coaching memerlukan kesanggupan untuk mendengar, mengerti, dan mengarahkan orang yang dilayani sesuai dengan cara pandangnya, lalu menantang orang tersebut untuk mengambil keputusan dan langkah-langkah yang konstruktif-efektif menuju masa depannya. Fungsi coach sendiri lebih mengarah kepada “seorang penantang” (seperti Tuhan Yesus “menantang” Petrus yang menangis sedih karena telah menyangkal Tuhan ) dan “pemandu sorak” (penyemangat/supporter-cheer leader).
Christopher McCluskey mengatakan bahwa coaching tidak sekedar suatu profesi, tetapi merupakan suatu pelayanan (ministry). Inilah suatu cara membantu orang untuk menemukan visi dari Tuhan dalam kehidupan serta belajar bagaimana menjalani kehidupan yang sesuai dengan visi tersebut. Orang-orang yang di-coach menjadi sadar akan beban/hasratnya, tujuan hidup mereka, kekuatan yang mereka miliki serta visi untuk masa depan mereka. Coaching merupakan sesuatu yang penuh energi untuk mempengaruhi kehidupan orang-orang.
Mengapa Coaching diperlukan ?
Banyak orang memerlukan coaching karena mereka ingin sesuatu perubahan dalam hidupnya. Semua proses coaching berbicara tentang bagaimana membuat perubahan yang konstruktif-efektif untuk masa depan, sehingga kelihatan perbedaan antara masa kini yang stagnan dengan masa depan yang penuh harapan. Perubahan tersebut seringkali terjadi dalam penampilan, pola berpikir, persepsi maupun perilaku.
Berbagai potensi perubahan dan tujuan didaftarkan sebagai berikut :
Pengembangan keterampilan dalam bidang olah raga, musik, keuangan, keluarga,dll
Penemuan dan pengembangan hasrat/minat/beban yang terpendam
Penemuan suatu tujuan hidup
Pengembangan visi yang lebih jelas untuk masa depan
Pengembangan misi
Pembelajaran untuk mengelola perubahan secara efektif
Pembelajaran untuk menjalin hubungan dengan orang lain secara efektif
Penemuan nilai-nilai yang jelas
Pengembangan keterampilan berkomunikasi
Pemenuhan kelayakan dalam penampilan
Pelepasan dari keadaan saat ini, ke luar dari jerat kondisi dan bergerak maju
Belajar berpikir dan memandang suatu hal dengan cara berbeda (paradigma baru)
Memperluas kapasitas untuk mengambil langkah atau tindakan
Mendapat kelepasan dari perilaku dan ucapan negatif terhadap diri sendiri
Membangun komunitas yang lebih baik
Membangun rasa percaya diri
Menghargai karya orang lain
Keberanian untuk mengambil resiko
Belajar bersikap ramah dan hormat kepada orang lain
Mengembangkan pengalaman hidup secara pribadi bersama Tuhan.
Coaching bertujuan membantu orang lain yang terjerat/terjerembab dalam kondisi ketidakberdayaan atau stagnasi di masa kini, sehingga mereka memiliki motivasi sendiri untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di masa depan.
Rabu, 08 Agustus 2007
Belajar Coaching
Label:
Belajar coaching
Langgan:
Entri (Atom)

